By Admin  Article Published 21 May 2014
 

 

 

Seiring dengan perkembangan teknologi, industri mobil juga turut mengembangkan kemampuan produk mereka masing-masing. Tak sekadar teknologi mesin saja, namun berbagai kemudahan yang sangat membantu penggunanya dalam berkendara sehari-hari. Baik dari segi keamanan, kemudahan interaksi hingga fitur yang berperan dalam efisiensi penggunaan bahan bakar.

Kelengkapan yang ada tersebut jelas membuat harga mobil baru menjadi tinggi. Namun setiap ATPM memiliki pertimbangan sendiri mengenai keberadaan setiap fitur yang disematkan pada armada mereka masing-masing.

Delapan fitur pilihan yang kami paparkan ini bervariasi dari fitur kenyamanan, keamanan, hingga fitur untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar. Semua fitur ini berasal dari 8 merek mobil berbeda.

1. DISTANCE CONTROL ASSIST (INFINITI)

Sistem ini merupakan salah satu dari Safety Shield yang dimiliki Infiniti. Menurut penelitian yang diadakan oleh Nissan, banyak mobil yang berada terlalu dekat dengan kendaraan di depannya.

Hal ini tentu saja meningkatkan potensi kecelakaan. Kejadian ini bisa diakibatkan oleh ketidaktahuan, kurangnya jam terbang berkendara, atau sedang terburu-buru.

Distance Control Assist diharapkan mampu meminimalisasi terjadinya kecelakaan akibat tabrakan beruntun. Sistem ini mengandalkan 3 fitur lainnya guna menjaga mobil berada di jarak yang aman dari mobil di depannya.

Ketiga fitur itu adalah Intelligent Cruise Control (ICC), Intelligent Brake Assist (IBA), dan Forward Collision Warning (FCM).

ICC bertugas
mengatur kecepatan mobil, sementara FCW memantau jarak mobil dengan kendaraan di depan menggunakan laser rangefinder. Dan IBA akan membantu pengereman yang dilakukan, bahkan mampu mengurangi kecepatan dengan sendirinya dalam keadaan darurat. Hal ini dilakukan guna meminimalkan akibat yang terjadi saat tabrakan tak terelakkan lagi.

Ketika mobil lain tiba-tiba masuk ke jalur Anda dengan jarak terlalu dekat, apalagi dengan kecepatan yang lebih rendah, DCA akan memerintahkan pengemudi untuk mengambil alih semua kendali (override) untuk mengurangi kecepatan secara manual dan jika mungkin menghindar.
2. AUTO START-STOP (BMW)

Inilah fitur yang membantu mereduksi waktu idle mesin dengan mematikan dan menghidupkannya kembali sesuai kebutuhan. Fitur ini telah diaplikasikan pada jajaran BMW X3 terbaru, baik varian bensin maupun diesel.

Sistem ini bekerja hanya setelah mobil bergerak di atas 10 km/jam kemudian berhenti total. Selain itu persyaratan lainnya juga harus terpenuhi. Seperti terpasangnya sabuk pengaman pengemudi, suhu kabin sesuai dengan angka yang tertera pada panel climate control, dan aki dalam keadaan terisi.

Jika semua prasyarat tersebut sudah dipenuhi, mesin akan mati dalam waktu cukup lama. Terutama di kala hujan dan malam hari dimana suhu AC tak harus melawan panasnya sorotan sinar matahari. Sistem ini mampu mengurangi konsumsi bbm secara signifikan di kemacetan.

3. INTELEGENT PARKING ASSIST (LEXUS)

Inilah sistem yang mampu membantu pengemudi untuk memarkir kendaraan. Baik parkir paralel maupun sejajar, keduanya mampu dilakukan oleh fitur ini. Intelligent Parking Assist (IPA) diadopsi oleh Lexus LS 600h L dan LX 570.

Cara kerjanya seperti auto pilot pesawat saat hendak mendarat, semua kendali baik throttle, flaps, dan kemudi dikontrol oleh komputer, kecuali pengereman setelah mendarat. Pada IPA, setelah transmisi berada pada posisi ‘R’ dan mengatur target posisi parkir yang diinginkan pada layar, pengemudi bisa memulai prosedur parkir.

Pengemudi tinggal mengatur laju kendaraan melalui injakan pada pedal rem. Fitur ini tak mungkin aktif saat ruang parkir yang tersedia dinilai terlalu sempit oleh komputer. Anda harus berjalan setidaknya 10 meter untuk men-scan tempat parkir yang tersedia sebelum memulai prosedur ini.
4. VOICE COMMAND (FORD)

Fitur voice command awalnya diaplikasi pada ponsel yaitu di tahun 1998 di Indonesia. Namun baru pada 2010 fitur ini diadopsi pada sebuah mobil di Tanah Air. Fitur ini hadir lebih matang dan mampu mengendalikan fungsi-fungsi multimedia hingga telepon.

Dari radio, CD, iPod dan media player, semuanya bisa dikendalikan via perintah suara. Untuk pemula, terdapat fungsi ‘learning’ yang dapat membantu dalam mempelajari perintah suara yang tersedia. Sistematika strata menu voice command yang logis, membuat fitur ini semakin mudah untuk dipelajari.
Untuk mengaktifkannya, Anda cukup menekan tombol  yang berada di balik kemudi sebelah kiri. Kemudian mulailah perintah suara.
5. NIGHT VIEW ASSIST PLUS (MERCEDEZ-BENZ)

Fitur ini baru diterapkan di jajaran S-Class pada 2009. Sistem ini mampu mendeteksi pejalan kaki di malam hari yang berada 80 meter di depan mobil, dan menampilkannya pada monitor.

Night View Assist Plus (NVAP) bekerja dengan kamera, dan sensor infrared yang diletakkan di balik spion tengah. Sinar infrared yang kuat dapat memantau jalan hingga 80 meter ke depan. Keterbatasan sorotan lampu dan kemampuan mata manusia menjadi sangat terbantu dengan keberadaan perangkat ini.

Saat mendeteksi adanya hambatan, sistem NVAP akan menyalakan lampu jauh berulang-ulang guna meningkatkan visibilitas pengemudi sekaligus memberi tahu orang di depan keberadaan mobil Anda.

Untungnya NVAP
hanya mendeteksi pejalan kaki dan tak akan menyalakan lampu jauh jika ada mobil yang mendekat dari arah berlawanan.
6. TWINCHARGER (VW)

Sistem ini merupakan paduan supercharger yang efektif di putaran mesin bawah dan turbocharger di putaran menengah ke atas. Diberi kode TSI oleh Volkswagen, sistem ini hadir dalam variasi tenaga dan kapasitas mesin berbeda, yaitu 1.200 cc dan 1.400 cc.

Kedua sistem forced induction ini bekerja secara bergantian berdasarkan putaran mesin. Peralihan antara peran supercharger dan turbocharger berjalan sangat halus. TSI memungkinkan mesin berkapasitas kecil memiliki tenaga besar.

7. BRAKE ENERGY REGENERATIVE (TOYOTA PRIUS)

Fitur ini tak asing bagi para pengemar F1, yang mengenalnya dengan nama KERS (Kinetic Energy Recovery System). Prinsip kerjanya adalah memanfaatkan energi yang terbuang saat pengereman untuk mengisi baterai.

Energi ini dimanfaatkan dengan cara mengubah motor listrik menjadi dinamo pada saat pengereman terjadi. Sama halnya dengan dinamo untuk lampu sepeda yang memberi tambahan beban sehingga sedikit memperlambat kendaraan.

Tentu saja dinamo ini tidak bekerja sendirian. Sistem rem tetap bekerja bersamaan, namun dengan beban kerja yang tidak seberat rem konvensional.

Semua energi listrik yang dihasilkan, dialirkan untuk mengisi baterai yang dapat digunakan kembali menggerakkan motor listrik Prius. Hal ini meminimalkan kerja mesin untuk mengisi baterai dari sisa energi gerak yang tak terpakai.
8. CITY SAFETY (VOLVO)

Sebagai kelengkapan standar dari Volvo XC60, fitur ini memiliki fungsi untuk mendeteksi apakah kendaraan di depan dalam keadaan bergerak lambat atau berhenti sama sekali. Fitur ini segera aktif begitu mobil dinyalakan.

City Safety bekerja pada kecepatan di bawah 30 km/jam. Jika terjadi perbedaan kecepatan sampai dengan 15 km/jam, kecelakaan masih bisa dihindari.

Sistem mampu mengambil alih pengereman bahkan hingga berhenti total. Namun jika perbedaan kecepatannya lebih tinggi, City Safety hanya mampu meminimalkan efek yang terjadi saat kecelakaan.


Related Article