By   Article Published 03 May 2014
 

 
Teknologi transmisi terus berkembang. Pun begitu dengan transmisi otomatis milik Nissan X-Trail. Bila pada generasi pertama, X-Trail masih menggunakan transmisi konvensional dengan menggunakan perbandingan gigi, kini New X-Trail dilengkapi CVT (Continuously Variable Transmission) hasil pengembangan Nissan.

Transmisi CVT memiliki kelebihan dalam hal mentransfer tenaga mesin yang lebih lembut. Tanpa ada perpindahan gigi, entakan tidak terjadi. Tapi kesan sporty  tidak hadir, lantaran putaran mesin cenderung konstan.

Mengakalinya, fitur XTronic 6-speed  disediakan Nissan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Fitur ini menjadi pengembangan CVT generasi kedua di Nissan.

1.000 karakter berkendara
Jawaban atas pertanyaan tentang julukan ‘pintar’ pada transmisi Nissan ini, terletak pada kemampuan ECU X-Trail terbaru untuk menyesuaikan programnya dengan 1.000 karakter mengemudi berbeda.

Jika Anda terbiasa membawa mobil secara halus, program komputer akan menyesuaikan dengan sendirinya. Namun bila Anda hendak mengubah karakter mengemudi menjadi agresif, komputer pun dapat langsung menyesuaikan dalam waktu cukup singkat.

Hal ini dimungkinkan berkat penggunaan throttle by wire pada X-Trail teranyar ini. Tanpa lagi menggunakan kabel gas mekanis, hubungan pedal gas dengan throttle  digantikan perannya oleh sistem elektronik yang diatur oleh komputer.

Perpaduan data yang diperoleh dari throttle position sensor,  pedal gas, dan transmisi CVT, akan diolah oleh komputer untuk membentuk beragam karakter berkendara. ECU akan merekam pola berkendara halus bila pengemudi sering hanya sedikit menekan pedal gas ketika berkendara. Kemudian throttle  pun akan menyesuaikan sudut bukaannya, dan transmisi ikut memberi peran untuk membuat perbandingan diameter puli yang sesuai di transmisi.

Peran ECU-lah yang membuat generasi CVT kedua ini begitu pintar dalam mengolah data yang diterima. Pun begitu saat melaju dijalan menurun yang panjang. Efek engine brake tetap dapat diperoleh sehingga kinerja rem tidak terlalu berat. Sedangkan di jalan menanjak, mesin pun akan berputar dalam kecepatan sedang sehingga tenaga dapat langsung dikail ketika pengemudi hendak menyalip atau berakselerasi.

Magnetic clutch
Selain ‘pintar’ gejala selip pada transmisi otomatis pun mampu diminamalkan pada X-Trail generasi kedua ini. Penerapan magnetic clutch  cukup membantu dalam mentrasnfer tenaga mesin ke roda lebih baik.

Hasilnya, efek engine brake  akan semakin membaik dan perpindahan gigi pada mode Xtronic dapat berlangsung begitu singkat. Alhasil, X-Trail terasa begitu agresif.

Dan untuk mengontrol waktu penggantian oli transmisi, sensor akan membaca kepekatan oli dan engine hour untuk menentukan waktu penggantian oli. Untuk itu, perawatan berkala 10.000 km wajib dilakukan oleh pemilik Nissan tentunya.


Related Article