By Admin  Article Published 07 August 2014
 

Datsun Pick-Up Tak Lagi Angkut Pasir
Datsun 620 (Foto: Minitruckinweb)
Selasa, 14 Februari 2012 17:05

Otosia.com - Datsun 620 produksi 1979 ini dulu di Indonesia biasanya digunakan membawa pasir atau bata di toko bangunan. Belakangan, masih ada yang menggunakannya untuk urusan serupa. Namun di Jepang, mobil bak yang dikategorikan minitruck ini terbawa dalam arus tren kebangkitan mobil lawas dan tak lagi jadi mobil niaga.

Pemiliknya yang bernama Hayato memang mengaku sudah suka mobil pick-up sejak lama. Walau sederhana, pengerjaan bodi yang dibuat pengusaha desain kaus ini boleh dinilai tidak berlebihan dan terkomposisi dengan simple dan mantap.

Warnanya cukup menipu. Itu bukan hitam, melainkan hijau tua. Makanya kesan elegan bisa dilihat sekilas, tapi di sisi juga berwarna. Badannya yang berkelir gelap diperkontras dengan penambahan panel-panel krom, mulai dari bemper depan-belakang hingga kisi-kisi hidung mobil plus batok lampu.

Membuat badannya mendekati tanah adalah pekerjaan menantang bagi si pemilik yang berdomisili di Morioka, Iwate, Jepang ini. Dengan mengandalkan suspensi udara dari Firestone, ia melibatkan rumah modifikasi T-Craft untuk pengerjaan keseluruhan sasis termasuk kaki-kaki.

Poin-poin modifikasi di bagian ini mencakup per, kantong udara untuk suspensi, galon aluminium, hingga kompresor. Total, badan pikap yang dinamai Smooth 620 ini pun turun 6,4 cm dibanding aslinya.

Demi kesan 'lowrider', bangku kokpit pun dibuat ulang sehingga penumpang terkesan tenggelam. Hayato juga melekatkan bahan kulit di sekujur interior dan menancapkan perangkat audio dari paduan produk Alpine, Rockford Fosgate, dan Boyds.

Badan yang merebah lantas dikomposisikan secara kontras dengan pemasangan velg Eagle 17 x 8 inci model jeruji sepeda dan ban ukuran 235/40R17. Ini menarik bagi mereka yang suka restorasi. Bahannya banyak di Tanah Air. Andai Anda punya dan ingin mengubahnya jadi demikian, maka si Datsun pun dipastikan akan 'cuti' dari rutinitas gotong pasir.


Related Article