By Admin  Article Published 10 May 2014
 

 
Bila oli diibaratkan darah dalam tubuh manusia, maka keberadaan gemuk tak ubahnya zat enzim dalam mengoptimalkan kinerja gesekan dua benda atau lebih di kendaraan. Apalagi tiap persinggungan antar metal butuh pelindung andal untuk meminimalkan gejala friksi.

Nah, di sinilah gemuk (grease) berperan. Cairan ini mampu melumasi komponen bergerak di mobil seperti bantalan, engsel dan ball joint.  Selain memperpanjang umur pakai, gemuk juga mampu mengoptimalkan kinerja komponen gerak di mobil.

Secara harfiah, gemuk merupakan cairan (lubricant) yang memiliki viskositas lebih tinggi dari oli. Grease  biasanya dibentuk dari kalsium, sodium atau gel lithium (sabun) yang terelmusi dengan oli mineral. Tipikal sabunnya tergantung kondisi gemuk yang diadopsi. Perbedaan sabun menunjukkan tingkatan resistensi suhu (biasanya dihubungkan viskositas dan volatilitas), anti-air dan reaksi kimia.

Karakteristik
Umumnya gemuk tetap mampu bekerja di suhu 190° Celcius hingga 220° Celsius. Bahkan ada juga suhu kerjanya lebih dari itu, tergantung spesifikasi grease  untuk temperatur dan kecepatan tinggi. Misalnya grease  untuk bagian roda, terutama di sekitar cakram atau bearing  alternator.

Sementara grease  yang digunakan untuk poros roda (axles) terdiri dari unsur oli, aspal, grafit atau mika untuk meningkatkan ketahanan cairan ini dan memberikan perlindungan permukaann yang lebih baik.

Tidak cuma sebagai pelindung gesekan antarmetal, grease  juga berfungsi mencegah korosi serta melumasi engsel agar lebih fleksibel. Bahkan untuk konektor kabel, gemuk juga berfungsi untuk mencegah air masuk.

Di pasar banyak gemuk yang beredar. Pemilihan serta pengaplikasiannya tergantung dengan kebutuhan dan spesifikasi grease.  Mulai dari jenis gemuk biasa, multiguna, high speed  hingga high temperature  disesuaikan kebutuhan Anda. Umumnya untuk spesifikasi ini dilabeli EP (extreme pressure).

Selain spesifikasi, warna gemuk juga bisa dijadikan sebagai pembeda. Contohnya, grease biru (multiguna), hitam (propeler), merah muda (karet seputar rem) dam lainnya. Namun demikian ada beberapa hal yang mesti diperhatikan, terutama pada transporter anyar. Misalnya tie-rod, ball joint  dan cross joint  di Toyota. Sebaiknya bagian-bagian ini tidak perlu lagi diberi nepel untuk mengganti gemuk.

“Pabrikan sudah mengaplikasikan gemuk plus pelapis antar metal tersebut dengan Teflon. Kalau gemuk tersebut diganti dikhawatirkan kualitasnya rendah dan berpotensi rusak,” jelas Usman Adie, Kepala Bengkel Tunas Toyota Cawang, Jakarta.

 Ini dia grease bermutu rendah
Idealnya, performa gemuk sebanding dengan harga yang ditawarkan. Tidak heran, sederet pabrikan berlomba-lomba menunjukkan keadalan produk mereka ke pasar. Sayangnya, beberapa produsen ‘partikelir’ memanfaatkan memproduksi gemuk asal jadi.

Mereka hanya menawarkan harga murah tanpa memperhatikan mutu. Maklum secara produksi, pembuatan gemuk tidaklah sulit. Cukup sediakan limbah oli dan kemudian memanaskan dan mendinginkan di temperatur tertentu. Selesai...

Agar tidak kecele dengan produk bermutu rendah ini, berikut ciri-ciri grease  tersebut. Pertama, jika didiamkan sejenak gemuk mudah mengeras (indikasi terlalu banyak sabun di kandungan bahan pembuatnya). Atau dan mudah mencair atau terbakar (indikasi terlalu banyak oli di komposisinya).

Grease berdasarkan bahan
1. Grease lithium
Grease lithium  banyak beredar di pasaran dan dikenal sebagai gemuk serbaguna. Aplikasi gemuk ini digunakan secara periodik di komponen suspensi dan kemudi seperti rack,  bantalan roda, poros roda dan lainnya.

2.Grease molybdenum disulphide
Biasanya mampu bekerja optimal di temperatur tinggi. Aplikasinya cocok pada lengan suspensi, ball joint, cross joint, rack and opinion.

3. Grease karet
Gemuk jenis ini terbuat dari bahan nabati untuk mencegah komponen karet memuai. Umumnya digunakan di seputar komponen rem.

4.Grease sintetik
Karakteristi gemuk sintetik ini tidak terlalu tahan dengan suhu tinggi dan mudah memuai.


Related Article