By Admin  Article Published 21 May 2014
 

 

 

Pernahkah Anda membayangkan pilot pesawat tempur yang sedang berperang atau biasa disebut dengan istilah ‘dogfight’? Dalam kondisi ini, semua perhatian difokuskan pada pandangan ke depan. Saat inilah Head-Up Display (HUD) berfungsi sebagai pembidik senjata untuk menjatuhkan musuh.

Pada HUD di pesawat tempur juga ditampilkan berbagai informasi penting seperti kecepatan, ketinggian, arah, posisi, juga kemiringan pesawat. Teknologi ini memungkinkan pilot untuk meninjau berbagai informasi dengan cepat sehingga mampu mengambil tindakan preventif tanpa memalingkan pandangan ke deretan instrumen utama di kokpit.

Dari perangkat perang, Head-Up Display kemudian dimanfaatkan untuk mobil. Sama seperti di pesawat, HUD di mobil merupakan sistem elektronik yang memproyeksikan informasi esensial kendaraan yang sejajar dengan pandangan pengemudi ke jalan. HUD menjaga perhatian pengemudi terfokus pada jalan yang sedang ditempuh.

Pada mobil-mobil modern, informasi yang diberikan melalui HUD adalah kecepatan dan informasi cruise control. Di negara-negara maju seperti Eropa, AS, dan Jepang yang sudah menggunakan GPS terintegrasi, HUD juga mampu menampilkan informasi arah jalan yang harus diambil dengan bantuan grafis yang mudah dipahami.

Bagaimana teknologi ini bekerja? HUD bukanlah teknologi yang terlalu rumit. Hampir semua kendaraan dengan fitur HUD, menggunakan monitor kecil dengan tampilan terbalik secara horizontal (mirror).

Monitor tersebut dipasang di atas dasbor menghadap kaca depan. Monitor tersebut kini dibuat dengan teknologi LCD maupun LED dan memiliki intensitas warna dan kontras yang tinggi.

Pantulan dari layar tersebut yang sebenarnya disebut sebagai HUD. Data HUD yang ditampilkan dibuat sesederhana mungkin agar tidak mengganggu pandangan pengemudi ke jalan.

Kini teknologi ini semakin murah untuk diproduksi dan jauh lebih andal dibandingkan HUD generasi awal yang masih menggunakan layar CRT dengan tabung.

Namun tetap saja, fitur ini akan menambah beban atau harga kendaraan. Itu sebabnya di Indonesia belum semua merek dan tipe mobil mengimplementasikan teknologi ini secara terintegrasi.

APLIKASI DI INDONESIA
Di Indonesia, hanya dua ATPM yang mengimplementasikan teknologi ini pada produk mereka, yakni BMW dan Peugeot. Tidak semua informasi yang ada pada panel instrumen ditampilkan pada HUD. Kedua produsen ini masing-masing memiliki pilihan informasi yang ditampilkan pada armada mereka masing-masing.

Baik BMW 760 Li, 750 Li, X5 M dan X6 M sama-sama memiliki Head-Up Display terintegrasi sebagai fitur standar. Sebuah layar yang terang diletakkan di balik panel instrumen dan menghadap ke kaca depan.

Informasi utama yang ditampilkan adalah kecepatan aktual. Selanjutnya adalah informasi mengenai kecepatan yang dipilih pada cruise control. Untuk informasi lainnya pengemudi masih harus melihatnya pada panel instrumen yang tersedia.

Tak seperti BMW yang menggunakan media kaca depan sebagai bidang pemantulnya, Peugeot menggunakan layar kaca cembung yang kecil dan dapat diaktifkan hanya pada saaat dibutuhkan saja. Tombol aktivasinya diletakkan pada dasbor bagian tengah.

Fitur ini tersedia pada Peugeot 5008. Head-Up Display yang berupa kaca cembung dengan dimensi yang kecil pada Medium MPV ini dapat diaktifkan secara elektris. Panel tersebut bisa diatur derajat kemiringannya, sesuai dengan ketinggian posisi kepala pengemudi.

Pada varian 5008 Premium, informasi yang ditampilkan hanya berupa kecepatan aktual saja. Sementara pada varian tertinggi 5008 Premium Pack, HUD menjadi media untuk menampilkan informasi Distance Alert yang dimilikinya.

Fitur ini dapat memantau jarak mobil dengan kendaraan di depan. Informasi jarak dengan mobil di depan ditampilkan dalam satuan detik. Sebagai acuan, jarak ideal dengan mobil di depan kita adalah 3 detik. Berapapun kecepatan yang tertertera, jika Anda berada dibawah angka tersebut, artinya terlalu dekat dengan mobil di depan.


Perangkat 3rd party
Head-Up Display tak hanya hadir sebagai kelengkapan standar. Beberapa ATPM seperti Toyota kini juga menghadirkan HUD sebagai aksesori resmi. Selain aksesori resmi, ada juga produk HUD aftermarket yang sifatnya universal, jadi tidak spesifik untuk mobil tertentu.

Kami sempat menguji sepasang HUD universal dengan 2 input data berbeda. Pertama adalah GPS HUD Display yang mengandalkan keberadaan satelit atau sinyal GPS sebagai parameter data kecepatan aktual mobil. Kendati akurat, perangkat ini hanya mampu menampilkan data kecepatan jika akses sinyal GPS-nya tak terhalang.

Sementara Carmax Smart HUD mengandalkan koneksi OBD2 untuk menarik data dari ECU mobil. Perangkat ini mampu menampilkan informasi kecepatan aktual, kondisi sabuk pengaman, rem parkir, serta pintu.

Kedua alat ini mampu berfungsi sebagai sebuah Head- Up Display. Terutama untuk menginformasikan kecepatan aktual pada pengemudi tanpa harus menoleh ke panel instrumen.


Related Article