By Admin  Article Published 20 July 2014
 

Hujan dan Banjir Saat Mudik? Tak Masalah!
Mengemudi saat hujan
Sabtu, 27 Agustus 2011 08:08

Otosia.com - Hujan dan banjir adalah dua hal dari sekian banyak 'momok' bagi para pengendara kendaraan bermotor. Ditambah lagi dengan cuaca yang sulit ditebak belakangan ini, yang memaksa para pengemudi siap 'lahir - bathin' menghadapi cuaca yang paling ekstrim sekalipun.

Sebenarnya mengemudi di tengah guyuran hujan bukanlah masalah yang perlu dibesar-besarkan, karena kita sebagai warga negara Indonesia sudah terbiasa dengan musim penghujan. Disamping itu, mobil kita telah dilengkapi dengan beberapa fitur yang bisa membantu kita tetap fokus mengemudi, seperti wiper dan juga air conditioner atau AC.

Namun permasalahan yang sering muncul kini adalah kurang berfungsinya sistem drainase atau penyerapan air, hingga menyebabkan genangan air di jalan yang lama-lama memicu banjir. Dan mengendarai mobil di jalanan yang terendam banjir adalah bukan perkara yang mudah.

Kondisi jalan yang tak terlihat akibat genangan air, seringkali memicu kecelakaan yang bisa berujung pada kematian. Saat jalanan basah, genangan air pada permukaan aspal membuat ban kehilangan traksi. Ditambah lagi guyuran hujan yang menyebabkan pandangan ke arah depan kendaraan menjadi terhalang atau kabur.

So, bagi para pengendara mobil yang terjebak hujan deras ataupun banjir, berikut ini beberapa tips yang mungkin bisa membantu di perjalanan, agar bisa selamat sampai di tujuan tanpa mengalami kendala yang berarti :

1. Kenali Kondisi Jalan

Oli dan gel pelumas yang lain acapkali tercecer di jalan. Nah, jika bercampur dengan air saat hujan, maka hal itu mengakibatkan permukaan jalan menjadi amat licin. Hujan yang terus-menerus memang akan membersihkan permukaan jalan dari oli. Hanya setelah itu kondisi jalan akan berubah menjadi ekstrim.

2. Kenali Kendaraan

Apakah jenis dan karakter kendaraan Anda? Sedan, pick-up, atau jip? Sehingga dengan begitu kamu bisa memperhitungkan batas ketinggian maksimum air yang dapat membuat air masuk ke dalam kabin atau ke dalam ruang pembakaran mesin melalui rumah saringan udara.

Misalkan ketika mengendarai sedan yang dimodifikasi (ceper), maka kita harus sadar bahwa mobil tersebut memang terbatas sekali kemampuannya untuk melalui daerah banjir. Kalau cuma genangan air kurang lebih 25 cm sih boleh saja. Tapi bila ketinggiannya lebih dari itu? Sebaiknya nggak usah dipaksain alias balik arah saja.

3. Atur Waktu

Ada baiknya Anda melaju dengan santai dari biasanya ketika jalanan basah. Kuasai mobil dan kendarai secara halus. Tapi juga jangan terlalu takut dan cemas, sehingga jadi serba salah di saat mengemudi. Jangan lupa ketika hujan arus lalu lintas bergerak pelan. Bisa jadi jalanan yang kamu lalui tergenang air.

Tetaplah tenang karena yang penting dari awal kita sudah perhitungkan bahwa mobil kita akan mampu melewati genangan air tersebut. Jika sedari awal sudah diperhitungkan bahwa genangan tak mungkin mampu dilewati karena tinggi permukaan air yang di atas batas kemampuan mobil Anda, jangan memaksakan untuk terus. Apapun yang terjadi melaju dengan tergesa-gesa bakal beresiko.

4. Hindari Rem Mendadak

Menghentikan laju mobil secara tiba-tiba berisiko tabrakan beruntun. Ada baiknya Anda mengerem sembari menjaga jarak dengan mobil di depan dan belakang kamu. Sehingga pengemudi di belakang Anda tahu bahwa Anda memperlambat laju mobil. Gunakan lampu sein sehingga mobil lain tahu ke mana Anda akan bergerak. Lakukan manuver menikung dan memutar mobil dengan kecepatan di bawah kecepatan normal.

5. Hindari Aqua Planning

Aqua Planning adalah suatu keadaan dimana air berada di antara ban dan permukaan jalan. Alhasil, traksi antara ban dengan permukaan jalan hampir tak ada alias nol. Sebabnya telapak ban atau kembangan ban tak mampu membuang air ke samping dengan cepat. Anda merasa mobil seolah-olah 'melayang' dan susah dikendalikan.

Mau tahu cara menghindarinya? Mudah saja. Sewaktu akan memasuki genangan air di depan, kurangi kecepatan dengan melakukan pengereman dan segera pindah ke gigi yang lebih rendah (hingga ke gigi 1). Selama memasuki genangan, jaga putaran mesin jangan sampai terlalu rendah (usahakan rpm selalu di atas 1500), sehingga traksi mobil terjaga. Rpm yang tinggi akan membuat traksi roda kendaraan semakin besar dan maksimal.

6. Engine Brake

Imbangi pengereman dengan engine brake guna menghindari hilangnya traksi (sliding), hingga pengendalian kendaraan menjadi kurang terjaga. Dengan pengereman yang dibantu engine brake, traksi ban akan selalu terjaga. Pengereman jadi lebih aman dan optimal.

7. Waspadai Mobil di Depan

Amati segala sesuatu yang terjadi dengan mobil di depan manakala mobil harus melalui genangan air yang dianggap cukup dalam (± 50 cm). Tujuannya agar Anda bisa mewaspadai permukaan jalan yang tak tampak. Sebab Anda bisa menghindar apabila terjadi sesuatu pada mobil di depan kamu, misalnya terperosok lubang yang dalam. Anda pun tak perlu melakukan kesalahan yang sama.

8. Toleran

Sewaktu berkendara di jalan tentu saja banyak pemakai jalan yang lain. Seperti pejalan kaki, sepeda, motor, atau kendaraan yang lain. Ingat, mereka juga punya hak yang sama seperti Anda untuk mendapatkan kenyamanan saat berkendara. Misalkan sewaktu ada pejalan kaki di trotoar, sebaiknya kurangi kecepatan sehingga genangan air tak menyiprat ke pejalan kaki.

9. Tekanan Ban

Kurangi tekanan ban guna menambah kemampuan traksi. Bila perlu kurangi tekanan ban 1 atau 2 psi. Andaikata pada keadaan normal tekanan ban Anda 30 psi, maka untuk menghadapi musim penghujan ini sebaiknya dikurangi menjadi 28psi. Tapi jangan lupa pada saat keadaan normal tambahkan tekanan seperti sebelumnya.

10. Tengah

Kendarai mobil Anda sedikit ke tengah agar mobil tak terperosok ke bahu jalan. Sebaiknya ambil haluan sedikit ke tengah.

11. Rem

Keringkan kembali rem mobil setelah berhasil melewati suatu genangan banjir. Perhatikan situasi jalan dan cari tempat yang aman dan tidak mengganggu pengendara lain untuk mengeringkan rem, terutama sistem tromol. Hal ini bisa dilakukan dengan cara menginjak pedal rem dengan kaki kiri dan gas dengan kaki kanan secara bersamaan. Atur supaya mobil tetap dapat berjalan dengan pelan. Tak usah sampai terlalu jauh, kira-kira 10 m sudah cukup. Dengan begitu akan timbul panas yang akan mempercepat keringnya tromol rem.

12. Hindari Water Hammer

Water Hammer adalah kerusakan yang ditimbulkan karena masuknya air ke dalam mesin (ruang pembakaran) sehingga menyebabkan beberapa kerusakan atau kerugian. Jika air sampai masuk ke dalam ruang pembakaran, maka terjadi banyak kerusakan seperti piston pecah, bengkoknya stang piston. Pasalnya kerja kompresi oleh piston menjadi berat karena air tak mampu dikompresi.


Related Article