By Admin  Article Published 01 March 2014
 
Pernah merasakan ketika asyik membawa mobil tiba-tiba mobil serasa bergoyang atau bergetar? Mobil makin terasa bergetar bila dipacu dalam kecepatan tinggi. Bisa jadi itu karena ban mobil Anda ada yang benjol. Kasus ban benjol biasanya paling banyak ditemui di ban-ban tubeless.

Ban mobil benjol biasanya diakibatkan oleh suspensi mobil yang bermasalah. Seperti suspensi yang sudah mati dan keras. Sehingga bantingan suspensi berakibat ke ban mobil. Kerja ban menjadi lebih berat. Dengan itu, ban pun menjadi benjol.

"Ban benjol kebanyakan karena suspensi rusak dan keras. Permukaan ban jadi tidak rata," kata spesialis ban dari bengkel PS Ban di jalan Ir. H Juanda 57 Ciputat, Yanto ketika ditemui detikOto, Jumat (10/12/2010).

Dengan kondisi itu, kendaraan pun jadi terasa kurang nyaman dikendarai meski jalan di aspal mulus. "Kalau sudah benjol ya harus ganti ban serta suspensi mobil yang mengakibatkan ban mobil benjol saja," ucap Yanto.

Apa ban benjol bisa diperbaiki? Tidak bisa. "Ban sudah tidak bisa digunakan lagi," lanjutnya.

Mendiagnosa ban benjol caranya cukup mudah. Cara yang cukup mudah adalah lihat ban dari bibir ban. Dan kedua raba permukaan ban dengan telapak tangan. Dengan itu Anda bisa menemukan permukaan ban yang tidak rata.
 


Sisi luar ban benjol, bukan karena suspensi

Jika ban benjol terjadi pada di sisi luar ban, masalahnya bukan pada suspensi. Benjol pada sisi luar ban benjol bisa diakibatkan ban mobil Anda baru saja melewati lubang

Banyak pemilik yang mengeluh, hanya dalam waktu setahun harus mengganti dengan ban yang baru. Mobin dengan baru belum setahun atau jarak tempuh baru 12.000 km sudah tidak nyaman, atau berisik saat melewati jalan yang mulus. Anehnya, di jalan yang tidak mulus malah bunyi tersebut hilang. Musik dari radio atau kaset tidak enak dinikmati. Apa sebenarnya penyebab keadaan ini?

Kebanyakan yang terjadi selama ini adalah ban masih tergolong baru, bahkan kondisinya pun masih bagus, kembangannya masih lengkap. Lalu mengapa ban bisa rusak dalam waktu yang relatif singkat? Ban dikatakan rusak ketika ban tersebut mengeluarkan bunyi seperti yang dijelaskan di atas. Sebenarnya, apa saja sebab-sebab ban menjadi rusak.Berikut penjelasannya.

Pembebanan yang berlebihan (Daya dukung ban tidak mencukupi)
Pabrik pembuatan ban sudah menentukan berapa kekuatan sebuah ban. Setiap ban bisa menerima sekian kilogram beban. Kita ambil contoh ban radial dengan ukuran sebagai 185/70 RS 13. Pada tekanan maksimum 2,2 kg/cm2 (31 psi) ia mampu mendukung 495 kg (x4). Sebuah mobil dengan berat seluruhnya (termasuk penumpang) 2 ribu kg, jelas tidak memungkinkan. Ban seperti ini paling bisa mendukung beban 1.600 kg. Lebih dari itu akan merusak permukaan ban dan kendaraan menjadi tidak stabil. Hal seperti ini sering kita temukan pada Kijang. Banyak  pemilik mobil mengganti dengan ban radial, yang seharusnya untuk mobil sedan. Ban yang tidak sesuai dengan petunjuk pabrik masih ditambah dengan tekanan yang tidak cukup, dibawah 20 psi. Bahkan sering kita jumpai tekanan angin setiap ban tidak sama. Maka penting memperhatikan petunjuk tekanan angin ban yang biasanya tertera pada panel pintu di ruangan sopir.
Hal yang sama bisa juga terjadi pada sedan, bahkan pada sedan lebih sering terjadi berisik ban. Mengapa? Karena pada sedan, walaupun tekanan angin bannya rendah, mobil tetap stabil. Oleh karena itu, orang sering malas memeriksa tekanan angin ban. Hal inilah yang menyebabkan permukaan ban menjadi rusak. Permukaan ban menampakkan bentuk seperti gergaji, tidak rata.

Setelan roda yang salah. 
Toe in dan camber yang salah menyebabkan feathery abrasion atau keausan pada satu sisi. Kalau dilihat dari depan mobil, kedua ban seperti membentuk sudut lancip, menyebabkan keausan permukaan ban tidak rata. Sebelah dalam akan aus terlebih dahulu. Akibatnya bisa diduga, di samping mobil tidak nyaman masih harus ditambah dengan menguras kantong untuk mengganti ban baru yang seharusnya belum perlu.
Lain lagi kalau king pin yang rusak atau casternya salah. Permukaan ban tampak tidak rata  pada satu sisi, sepertinya pada waktu berjalan ada iramanya. Tidak ratanya seperti mempunyai ukuran yang sama. Untuk kerusakan seperti ini cara terbaik adalah membawa mobil ke bengkel karena mereka mempunyai peralatan untuk mengukur. Biasanya pihak bengkel minta supaya diganti dulu dengan ban baru. Ban juga bisa rusak karena pengereman yang kasar.

Tekanan angin yang rendah
Faktor inilah yang paling sering terjadi. Mobil sedan yang relatif empuk, namun goncangannya keras, tekanan anginnya perlu diturunkan sampai 20 psi atau kurang lebih 1,5 kg/cm2. Permukaan ban yang rusak akibat tekanan angin ban kurang, di jalan yang halus, gejala bunyi berisiknya seperti bunyi gardan rusak, atau bearing roda rusak.
Ada satu hal yang bisa dilakukan, ketika permukaan ban yang tidak baik, tidak rata dan berisik, asalkan kembangan ban masih baik biasanya masih bisa diatasi. Yaitu dengan cara rajin memeriksa tekanan angin ban. Tekanan angin ban dibuat maksimum atau dilebihkan sedikit. Kalau biasanya 28 psi, naikkan tekanannya sampai 36 psi. Dengan cara ini, banyak manfaat yang diperoleh. Selain permukaan ban akan rata kembali, bunyi berisik akan hilang, dan ban menjadi lebih awet yang artinya Anda bisa menghemat uang Anda. Tekanan angi ban yang cukup juga membuat sistem pengereman menjadi pakem dan mobil lebih stabil. Bahkan pada Starlet 86 bekas, ban bekas itu mencapai 80.000 km.

Supaya ban awet, disarankan menggunakan ban tubeless. Ban tubeless tidak perlu dibongkar kalau bocor. Cukup ditambal dengan alat sederhana tanpa harus melepaskan roda dari mobil, sehingga tidak perlu lagi dilakukan membalance ulang. Selain itu cukup mempergunakan  alat tambal mirip obeng itu yang mudah dibeli di toko asesoris. Selain itu yang terpenting adalah membawa pompa. Ban tubeless memberikan banyak manfaat. Selain tidak perlu membalance ulang, ban dan setir menjadi lebih ringan. Kalau terkena paku, maka ban tidak akan segera kempis, bahkan masih bisa berjalan hingga ratusan kilometer.

Sumber: Dari Dunia Mobil/Martin T Teiseran

Sumber : http://us.oto.detik.com/read/2010/12/10/145841/1521824/641/waduh-kok-benjol-ya


Related Article