By Admin  Article Published 09 May 2014
 

 
Selain meredam getaran, engine mounting juga berfungsi menjaga agar sasis tidak retak akibat entakan komponen bergerak tersebut. Bila getaran dapat diredam, maka mobil akan lebih nyaman, hening dan layak ditumpangi.

Untuk itu dibutuhkan material elastis yang dapat meredam getaran. Di lain sisi, beberapa faktor wajib diperhatikan agar kinerja mounting dapat optimal. Meski mesin merupakan penyumbang terbesar dari getaran di mobil, namun seluruh komponen bergerak turut memberi efek pada getaran di mobil. Seperti halnya transmisi yang juga wajib diberi mounting yang dapat meredam getaran.   

Apa fungsi engine mounting?
Sesuai namanya, engine mounting dapat diartikan dudukan mesin. Dudukan di mana mesin ditempatkan di dalam kompartemen mesin. Tugasnya tentu untuk meredam getaran yang ditimbulkan mesin agar tidak tersalur ke bodi atau sasis mobil sehingga berkendara akan terasa lebih nyaman.

Di mana posisinya?
Posisinya tergantung dari produsen dalam merancang mobil. Sebab mesin dapat ditempatkan di depan, kolong, tengah atau belakang. Semuanya tergantung kebutuhan dan desain mobil secara keseluruhan.

Namun titik penempatan engine mounting biasanya diletakkan menempel pada sasis. Ini penting agar bobot mesin dapat ditopang dengan kuat. Selain itu, semakin banyak engine mounting dipasang oleh produsen mobil, tentu mesin akan lebih kuat ditopang sasis, tapi getaran yang ditimbulkan akan lebih terasa.

Material apa yang digunakan?
Sesuai fungsinya sebagai peredam getaran sekaligus penopang mesin, umumnya produsen mobil menggunakan karet sebagai bahan dasar engine mounting. Sifat elastis karet sangat diperlukan agar getaran mesin dapat teredam dengan baik.

Tapi bagi kendaraan sport, di mana membutuhkan tingkat kepresisian getaran untuk menjaga stabilitas mobil saat di tikungan, membuat beberapa produsen menggunakan polyurethane. Sebab karakter bahan yang kerap disebut piyu ini masih memiliki elastisitas namun lebih kaku ketimbang karet. Sehingga gerakan mesin saat berakselerasi atau deselerasi tidak terlalu besar dan tidak menimbulkan gaya inersia berbeda saat menekan-melepas pedal gas di tikungan. Kondisi inilah yang membuat kestabilan mobil tidak terganggu.

Apa saja jenis engine mounting?
Selain model konvensional dengan bahan karet, produsen mobil telah merancang engine mounting dengan jenis adaptive hydraulic engine mounts. Jenis ini tentu menggunakan fluida untuk meredam getaran mesin. Hasilnya tentu sangat baik bagi kenyamanan berkendara. Getaran mesin dapat direduksi lebih baik


Related Article