By Admin  Article Published 08 May 2014
 

 
Pada sebuah sistem kelistrikan, kehadiran sekring amatlah penting. Peranti ini berfungsi untuk menjaga arus listrik agar tidak melebihi kebutuhan.

Meski disambungkan ke sistem, sekring memiliki karakter yang sangat sensitif. Sedikit saja ada kelebihan arus yang mengalirinya, maka ia akan hangus terbakar dan membuat aliran listrik serta merta terputus.

Hal ini bukanlah buruk. Bila kelebihan listrik tadi tetap diteruskan, maka peranti kelistrikan yang lebih mahal akan rusak terbakar, atau bahkan tercipta hubungan pendek yang menyebabkan kebakaran. Makanya, tidak ada satupun mobil di dunia yang sistem kelistrikannya tak memakai sekring.

Setiap sekring memiliki nilai arus berbeda-beda sesuai kebutuhan. Bila kadar arus yang melewatinya masih dalam ambang batas, maka tugas sekering hanyalah meneruskan arus tanpa hambatan sama sekali. Namun ketika ada hubungan pendek atau kelebihan arus, ia akan rusak dalam sekejap.

Bentuk-bentuk sekring
Sebenarnya, bentuk sekering sangatlah beragam. Awalnya dikenal sekring cartridge atau dikenal juga dengan sekring batu. Namun skering berbahan keramik ini tak lagi digunakan pada mobil modern.

Selanjutnya muncul jenis sekring tabung atau glass  yang kerap digunakan pada mobil era 1980-an. Bagian tengahnya menggunakan tabung kaca yang membuatnya mudah terlihat jika putus.

Seiring perkembangan teknologi kelistrikan mobil yang begitu pesat, arus yang ada di mobil pun makin besar dan penggunaan sekring pun semakin banyak. Muncullah jenis sekring blade.  Jenis ini lebih sulit dibongkar, namun bentuknya yang pipih menghemat tempat. Malahan kini dimensinya bertambah mungil untuk menghemat tempat. Selain dari angka yang tertera di badannya, kapasitas sekring blade  bisa diketahui dengan cepat dari warnanya.

Untuk mengamankan jalur listrik yang besar, ada tiga jenis sekring yang biasa digunakan. Yaitu sekring tabung besar, pelat, dan kotak. Sekring pelat agak rumit dalam pemasangannya karena harus diikat ke kedua kutubnya dengan baut. Sementara sekring kotak serupa dengan model tancap (blade) namun berdimensi lebih besar dan dilengkapi jendela pemantau di bagian atasnya. Sama dengan blade,  sekring kotak ini juga bisa dikenali dari warnanya.

Sekring blade (A)    
Warna

Coklat kekuning-kuningan 5
Coklat 7,5
Merah 10
Biru 15
Kuning 20
Bening/tidak berwarna 25 
Hijau 30

Sekring kotak (A)    
Warna

Merah muda 30
Hijau 40
Merah 50
Kuning 60
Hitam 80
Biru 100

Bila sekering putus
Apa yang harus Anda lakukan bila sekering mobil putus? Jangan panik, ikuti beberapa tips dari kami.
1. Gantilah dengan sekring cadangan yang memiliki besar Ampere sama.
2. Bila tidak ada cadangan yang memiliki Ampere sama, carilah dari komponen lain yang tidak begitu penting untuk digunakan saat itu. Misalnya lampu di siang hari, lighter  atau central lock. 
Terpenting, Ampere sekring pengganti harus sama. Dan jangan lupa untuk segera membeli sekring dengan kapasitas yang sama untuk menggantikan komponen yang sekeringnya Anda copot.
3. Bila benar-benar tidak ada Ampere yang sama, Anda bisa gunakan yang arusnya lebih kecil. Jangan memakai yang berukuran lebih besar, karena ini berpotensi merusakkan komponen yang mahal atau menimbulkan kebakaran.
4. Selalu matikan mobil sebelum melakukan penggantian sekring.


Related Article