By Admin  Article Published 28 October 2014
 
Benturan pada mobil merupakan hal yang paling dihindari dalam sistem safety mobil/ sistem keselamatan mobil modern, jika dulu mencegah dampak benturan dengan memasang bumper yang kuat akan tetapi saat ini peran bumper digantikan oleh berbagai teknologi elektronik yang bersifat mencegah adanya benturan walau sedikit saja. Peran bumper juga lebih ke bagian yang dikorbankan saat terjadi benturan (harus rusak meskipun benturan ringan).
Pada 10 tahun terakhir teknologi safety mobil mengarah pada penggunaan sensor yang ditanamkan pada bagian terluar mobil dan teknologi stabilizer saat mobil berada di luar kendali, sistem keselamatan mobil sekarang memiliki kecenderungan ke:
1. Teknologi pencegahan mobil berada dalam kondisi yang berbahaya (Safety Preventive Technology)
2. Sistem keselamatan aktif, yakni menghindarkan mobil dari keadaan yang lebih buruk ketika mobil dalam keadaan yang berbahaya (Safety Active Technology)
3. Sistem keselamatan terakhir yakni ketika mobil sudah dalam keadaan sangat buruk (terjadi benturan), bagaimana menyelamatkan penumpang (Safety Impact Technology). Kita akan bahas satu per satu
Safety Preventive Technology
Teknologi keselamatan ini lebih cendrung mengkondisikan agar mobil dalam keadaan yang aman dan tidak terjerumus pada kondisi yang berbahaya, yakni dengan memperbaiki sistem penerangan mobil (lampu utama), membenamkan sensor terhadap benda-benda di sekitar mobil, teknologi menjaga jarak dengan kendaraan di depan dan belakang dan membenamkan kamera pada sekeliling mobil untuk memonitor keadaan sekitar mobil. Berikut ini macam-macam sistem safety preventive technology
* Adaptive Front Light System; yakni teknologi sorot pada headlamp (lampu utama mobil) yang bisa bergerak ke kanan dan ke kiri mengikuti setir mobil (dinamis), teknologi ini sampai sekarang masih terbatas pada mobil-mobil kelas menengah atas dengan harga 500 juta ke atas akan tetapi kedepan teknologi headlam dinamis ini akan diaplikasikan pada mobil-mobil kelas menengah bawah (low end)
* Distance Control Assist; teknologi ini bekerja menjaga jarak dengan mobil di depan, memanfaatkan sensor yang ditempatkan pada bagian depan mobil sehingga jika jarak terlalu dekat pada kecepatan tertentu maka secara otomatis mobil menurunkan kecepatannya dengan mengerem. Distance control active ini bekerja jika pengemudi tidak menginjak pedal gas, jika pengemudi menginjak pedal gas maka teknologi ini otomatis tidak bekerja
* Intelligent Cruise Control; atau smart cruise control hampir sama dengan distance control assist akan tetapi Intelegent cruise control ini bekerja jika diaktifkan, cruise control sendiri adalah teknologi pengatur kecepatan pada mobil misalnya pada kecepatan 60 km/ jam pengemudi menekan tombol cruise control maka mobil akan melaju konstan pada kecepatan 60 km/jam.
sedangkan smart cruise control sudah bisa mendeteksi jalan naik atau jalan turun kemudian juga bisa menjaga jarak dengan mobil yang ada di depan.
* Arround View Monitor; yakni kamera yang ditempatkan pada ke 4 sisi mobil (depan, belakang, kanan, kiri). Bisasanya jumlah kamera 5 buah dipadukan dengan sensor inframerah yang akan menghidupkan kamera dan layar monitor jika ada benda di sekitar mobil. Teknologi Arround View Monitor ini membuat pengemudi bisa melihat secara keseluruhan sisi
* Blind spot sensor; yakni sensor yang diletakkan pada bagian pojok-pojok belakang untuk mendeteksi benda asing yang tidak terlihat oleh pengemudi lewat spion. Informasi biasanya diberikan dengan petunjuk suara.
* Line Departure Warning; yakni teknologi sensor yang bekerja dengan memindai garis-garis (line) di jalan, bisa garis putus-putus atau garis tanpa putus yang ada di samping dan tengah jalan. Jika pengemudi keluar dari jalur atau garis putih pada jalan maka line departure warning ini akan memberikan peringatan, ini cukup penting karena juga bisa berfungsi mengindikasikan bahwa pengemudi mulai mengantuk saat keluar jalur.
* 4 Wheel Steering; yakni teknologi roda belakang yang bisa membuat sudut (juga berbelok) saat roda depan berbelok, hal ini mencegah terjadinya oversteer maupun understeer (tergelincir)
Safety Active Technology
Teknologi yang secara otomatis aktif saat mobil mulai berada dalam keadaan berbahaya misalnya mobil mulai selip atau keluar jalur, berikut ini adalah macam-macam teknologinya:
* Line Departure Prevention; mirip seperti line departure warning akan tetapi teknologi aktif tidak bekerja dengan memperingatkan pengemudi, akan tetapi langsung mengambil alih sistem kemudi untuk mengembalikan mobil pada jalurnya dengan cara mengerem pada salah satu sisinya sehingga haluan mobil berbelok.
* Intelligent Brake Assist; teknologi pengereman yang mampu mengerem sendiri saat mobil akan menabrak telak, teknologi rem ini akan memberikan peringatan jika pengemudi terlalu dekat dengan kendaraan lain dan jika pengemudi tidak merespon maka secara spontan mobil akan mengerem jika jarak terlalu dekat
* Rem ABS, EBD dan BA; merupakan 3 sistem keselamatan pada rem. ABS sendiri berfungsi untuk menjaga cakram agar tidak terkunci, EBD berfungsi untuk membagi tekanan rem antara depan dan belakang agar seimbang, dan BA berfungsi memaksimalkan fungsi ABS dan EBD ketika kondisi pengemudi menginjak rem dengan dalam dan spontan.
* Vehicle Stability Control; teknologi yang menjaga kestabilan mobil dengan menggabungkan kontrol traksi dan rem ABS, saat mobil mulai selip maka sistem komputer akan mengurangi tenaga mobil (lewat traksi kontrol) dan mengurangi kecepatan mobil lewat Rem ABS
Safety Impact Technology
Teknologi saat terjadi benturan antara lain SRS Airbags, Seltbelt, dll berikut ini secara detail:
* Saetbelt; sabuk pengaman yang menjaga tubuh untuk tetap berada pada kursi mobil/ tidak terlempar/ tidak terlepas/ tidak terbentur saat kecepatan berkurang sacara drastis atau bahkan benturan mobil.
* Pretensioner Seatbelt; teknologi seatbelt aktif yang secara otomatis akan menarik tubuh ke arah sandaran kursi ketika pengemudi mengerem secara mendadak dan mengendorkan dalam beberapa detik setelah itu
* SRS Airbags; yakni kantung udara yang akan mengembang dengan otomatis saat mobil mengalami benturan yang fatal, kecepatan mengembang ini sangat cepat seper sekian detik sehingga pengemudi tidak terbentur benda keras lain (membentur kantung udara). SRS airbags ini sekarang sudah berkembang biasanya tidak hanya 1 di setir akan tetapi bisa 4 sampai 5 airbags pada bagian depan, samping dan bawah pengemudi dan penumpang depan.
* Teknologi rangka body; sekarang rangka body harus dibuat lebih cermat agar tidak berdampak fatal pada pengemudi saat terjadi benturan. Pada bagian yang dekat dengan pengemudi (sisi) dibuat sekuat mungkin dan pada bagian depan yang rawan benturan dibuat mudah rusak untuk meredam benturan fatal, bahkan mesin bisa terlepas saat terjadi benturan dan tidak masuk ke kabin sehingga penumpang tetap aman.


Related Article