By Admin  Article Published 14 May 2014
 
FOTO: MI/ANGGA YUNIAR
FOTO: MI/ANGGA YUNIAR
Metrotvnews.com: Sama seperti sepatu, ban mobil atau motor juga bisa aus jika terlalu lama dipakai. Ketika ban menjadi aus, belum tentu diakibatkan oleh cara mengendara yang buruk.

Berbagai faktor bisa mempengaruhi kondisi ban, dan sebelum bencana menghampiri Anda karena ban 'gundul', berikut beberapa tanda bahwa ban kendaraan perlu diganti.

1. Ketebalan tapak

Setiap ban memiliki tapak dengan ketebalan tertentu. Tapak ban inilah yang bertugas mencengkram permukaan jalan. Kalau tapaknya semakin tipis, cengkramannya berkurang dan sangat berbahaya jika dipakai saat jalan sedang basah.

2. TWI saling bertemu

Di setiap ban memiliki tread wear indicator (TWI), berupa tonjolan yang ada di sela-sela alur tapak. Posisinya bisa dideteksi dari tanda segitiga atau tulisan TWI di dinding ban dekat dengan tapak ban.

Jika tonjolan ini sudah sejajar dengan tapak ban, berarti ban minta segera diganti.

3. Sisi ban luar retak

Tak semua masalah ada di alur. Ban wajib diganti jika nampak ada retakan di sisi luarnya. Tidak terlalu sulit untuk mengetahui adanya retakan karena sangat kasat mata.

4. Muncul gelembung

Akibat pemakaian, kualitas ban pasti akan berkurang. Salah satu tanda yang paling mudah terlihat ialah ketika ada gelembung dan bisa pecah sewaktu-waktu. Hal ini disebabkan adanya anyaman benang atau kawat penguat konstruksi ban yang terputus.

5. Timbul getaran

Cara lain untuk mengetahui kondisi ban ialah jika ada getaran yang terasa saat berkendara. Cobalah melalui jalan yang tak ada lubang dan rasakan apakah ban menghasilkan getaran yang tak biasa meskipun sudah di-balance.


Related Article