By Admin  Article Published 13 May 2014
 

 
Bila dikaitkan dengan child safety,  yang langsung terlintas di benak adalah child seat.  Itu sah saja, tapi tahukah Anda bila ternyata keselamatan anak di kendaraan itu tak semata ditentukan oleh child seat? Ada fitur yang mungkin sudah Anda kenali dengan baik, tapi luput dari perhatian. Berikut ini beberapa fitur yang sejatinya dibuat untuk meningkatkan keselamatan anak Anda kala berkendara.

Child safety lock
Peranti ini penting keberadaannya terlebih lagi bila Anda menempatkan anak–anak di kabin belakang. Rasa ingin tahu anak-anak terkadang bisa berisiko tinggi. Seperti memainkan hendel pembuka pintu. Bayangkan, bila tindakan itu dilakukan saat mobil melaju di atas 20 km/jam…

Jika mobil dilengkapi pengunci pintu otomatis atau Anda mengunci pintu sebelum berjalan, dapat mengurangi kemungkinan itu. Tapi bukan tak mungkin, batang pengunci di pintu juga dibuka.

Makanya produsen mobil melengkapi pintu belakang dengan child safety lock.  Peranti ini dapat menghindari pintu bisa dibuka dari dalam meski hendel pembuka ditarik. Pintu pun hanya bisa dibuka dari luar.

ISOFIX atau LATCH
Bagi mobil Eropa mutakhir, kelengkapan ISOFIX menjadi kelengkapan standar. Sistem yang digunakan untuk mengaitkan child seat  ini sudah menjadi perangkat wajib.

Pasalnya penumpang di bawah usia 5 tahun harus mengenakan child seat  dan perlu perangkat tambahan agar bisa terkait dengan erat tanpa bergeser sedikit pun. ISOFIX merupakan istilah untuk produk buatan Eropa, sementara produksi Amerika dinamai LATCH (Lower Anchors and Tethers for Children).

Tombol non-aktif airbag
Beberapa mobil, telah menyediakan tombol atau pengunci untuk menon-aktifkan airbag  bagi penumpang depan. Diberikannya sistem aktivasi itu bermanfaat saat memboyong balita dengan meletakkan child seat  di jok depan.

Bila terjadi tabrakan, maka airbag  yang mengembang dengan sangat cepat itu tidak melukai penumpang balita itu. Untuk itu, bila menempatkan balita di mobil wajib dengan child seat  di jok penumpang depan dan selalu menon-aktifkan airbag  lebih dahulu.

Power window antijepit
Sistem power window  memang memudahkan bagi pengendara selama perjalanan. Namun bisa menjadi tragedi bila ternyata anak Anda tak sengaja mengeluarkan tangannya saat jendela sedang ditutup dan mengakibatkan terjepit.

Karena itu, kini aplikasi power window  sudah menggunakan sensor yang dapat membaca pergerakan kaca ke atas. Bila pergerakan tertahan suatu obyek kala menutup, maka kaca akan bergerak ke bawah lagi dan berhenti.

Pintu geser antijepit
Secara prinsip, sistem ini sama seperti power window  antijepit. Kebanyakan jenis MPV lazim menerapkan pintu geser, baik beroperasi secara manual maupun elektrik. Namun beberapa MPV yang menerapkan pintu geser elektrik telah menggunakan sensor antijepit. Maksudnya agar anak Anda terhindar dari kemungkinan terjepit badan pintu yang besar dan berat yang dapat menimbulkan luka parah. Pintu akan berhenti bergerak menutup bila ternyata terdeteksi ada benda yang mengganjal. Dan baru menutup bila benar-benar tidak ada sesuatu yang menghalanginya.

Seatbelt
Anak usia di atas 10 tahun atau sudah mencapai tinggi 135 cm, sudah bisa mengenakan sabuk pengaman sendiri tanpa perlu mengenakan child seat  atau booster.  Selalu tanamkan bila penggunaan sabuk pengaman itu penting. Statistik mengungkap, 70% kecelakaan lalu lintas terjadi dengan radius 25 km dari rumah. Di kecepatan 30 km/jam saja penumpang yang tak mengenakan sabuk pengaman akan terlempar cukup keras saat terjadi tabrakan.

Selalu waspada dengan anak Anda!
Bepergian dengan kendaraan bersama buah hati tercinta memang menyenangkan. Pun begitu, tetap saja dituntut kewaspadaan lebih agar anak-anak tidak mengalami hal yang tak diinginkan selama berkendara. Terlebih anak-anak mudah jenuh selama perjalanan.

Bila memboyong balita maka harus dijaga dengan baik dan bila perlu menempatkan di tempat khusus atau child seat  sehingga meminimalisasi risiko saat kecelakaan. Andai orang tua mengabaikan itu, bisa dikenai hukuman karena telah melalaikan keselamatan anak. 

Di samping memanfaatkan peranti yang mendukung keselamatan anak yang ada di mobil, pengemudi dalam hal ini orang tua harus selalu memperhatikan anaknya selama perjalanan. Itu berarti dituntut kewaspadaan lebih terhadap lalu lintas dan juga penumpang, khususnya anak-anak, di dalam mobil.


Related Article