By Admin  Article Published 23 May 2014
 

 

 

Dengan alasan mempercantik tampilan, kadang kita ingin menaikkan ukuran pelek mobil kesayangan. Seperti ban ukuran 185/70R14. Kalau ingin naik satu inci ukuran peleknya, Anda bisa memakai ban ukuran 195/65 R15. Kalau 2 inci, bisa memakai 205/55R16. Atau bisa juga 215/45R17 kalau ingin lebih lebar lagi.

Biasanya kita langsung menghakimi dengan me­ngatakan ban profil tipis lebih keras dari yang tebal. Nah, sebelum menilai lebih lanjut, ada beberapa hal yang harus kita pahami terkait kenyamanan ban.

“Ada 3 parameter yang dipakai untuk mengukur tingkat kenyamanan ban,” terang Zulpata Zainal, Senior Evaluator Technical Service PT Bridgestone Tire Indonesia. “Yang perta­ma adalah Sharpness, yaitu tingkat kekerasan tumbukan pertama yang terjadi saat ban membentur obstacle, seperti lubang atau gundukan jalan,” urai Zulpata.

Pada saat terjadi benturan, ban tidak hanya bergetar sekali. Oleh karena itu ada dua parameter lain yang harus dipahami, yaitu shock dan damping. Shock berkaitan dengan tingkat keras-lembutnya getaran yang terjadi, dan damping menghitung lama terjadinya getaran sampai berhenti total.

Ban profil tinggi memiliki tingkat sharpness lebih lembut saat terkena benturan. Shock yang dirasakan pun dalam taraf empuk. Meski demikian, damping yang terjadi terbilang lama dan menimbulkan efek memantul ber­kepanjangan.

Kecenderungan seba­lik­nya berlaku pada ban de­ngan profil lebih tipis. Ban ini memiliki kecen­derungan sharpness tinggi, namun dengan damping lebih cepat. Untuk shock, memiliki karakter lebih keras. Agar lebih jelas Anda dapat melihat ilustrasi kami mengenai sharpness, shock, dan damping.

Umumnya orang berpendapat ban dengan sharpness tinggi tidak nya­man. Pendapat itu tidak sepenuhnya salah karena benturan yang terjadi bia­sanya langsung diteruskan ke bodi mobil, dan me­nimbulkan entakan tiba-tiba yang cukup keras.

Meski demikian, dam­ping-nya lebih singkat dari ban standar. “Efek me­ngayun berkepanjangan seperti yang biasa terjadi pada ban profil tebal berkurang. Positifnya, dalam perjalan­an jauh penumpang tidak mudah lelah,” urai Zulpata.

Dari sini terlihat, ban de­ngan profil tebal memiliki getaran lebih lembut. Tapi Anda juga tidak mau berlama-lama bergoyang kan? Sekarang tinggal Anda memilih tingkat kenyamanan yang dibutuhkan, dan se­suaikan dengan penam­bahan dimensi pelek.



Ilustrasi sharpness, shock dan damping pada ban Bridgestone
-------- : 185/70 R14
-------- : 195/65 R15
-------- : 205/55 R16
Garis putus-putus menunjukan sharpness

 
 Kestabilan juga dibutuhkan

“Parameter pemilihan ban tidak hanya kenyamanan. Ban harus bisa digerakkan mengikuti kemauan pengemudi. Oleh karena itu produsen memasukkan parameter kestabilan ketika memproduksi ban,” tegas Zulpata.

Di dalam parameter kestabilan terdapat high speed straight, line change, cornering, on-center feel, respons, dan effort. High speed straight menilai kestabilan ban di kecepatan tinggi di jalan lurus. Pengujian mirip dijalani untuk on-center-feel. Line change menguji pergeseran arah ban, baik depan dan belakang, saat berpindah jalur dengan cepat.

Cornering berkaitan dengan performa ban saat menikung. Respons dan effort berhubungan dengan bagaimana respons ban terhadap gerakan kemudi, dan bobot yang dirasakan di kemudi saat menikung.

Selanjutnya produsen ban mencari kombinasi paling pas antara kenyamanan dan kestabilan. Diantaranya dengan meracik ramuan paling pas antara pattern, kompon, serta desain dan konstruksi ban. Digabung dengan kenyamanan, muncul parameter comfort and stability.

Ban Bridgestone tipe B250 sebagai entry level memiliki tingkat comfort and stability di level cukup. Sementara AR20 memiliki level comfort baik, dengan stability bagus. Sebagai ban papan atas, Turanza GR90 memiliki kombinasi bagus-bagus untuk kedua parameter tersebut.

Beda dengan Potenza yang diposisikan sebagai ban penyuka kecepatan. Ban berkode RE002 ini memiliki stability istimewa dan comfort cukup.

Dari sini Anda bisa melihat bahwa ban profil tipis belum tentu kurang nyaman. Anda pun bisa memilih tipe ban yang paling sesuai kebutuhan.

 

 Tabel Comfort-Stability Ban Bridgestone
   CONFORT  STABILITY
 Potenza  Cukup  Istimewa
 Turanza GR90  Bagus  Bagus
 Turanza AR20  Baik  Bagus
 B250  Cukup  Cukup

 
 Proteksi bibir pelek

Penggantian ban profil lebih tipis membawa konsekuensi nilai sharpness meningkat. Tumbukan tersebut diteruskan ke pelek sehingga dalam beberapa kasus sampai merusak rim atau bibir pelek. Kondisi ini coba diantisipasi dengan membuat rim line dan rim guard.

Rim line berupa ceruk di ban yang memberi ruang antara bibir pelek dan dinding ban. Cekungan tersebut membuat getaran ban tidak sampai membentur bibir pelek.

Kalaupun getaran yang terjadi sangat kuat sehingga ban menyentuh pelek, masih terdapat rim guard. Desainnya dibuat agar dapat menyerap benturan antara keduanya dan menjaga bibir pelek dari potensi rusak.

 

Perhatikan load index

Satu lagi yang harus diperhatikan saat mengganti ban adalah Load Index (LI). LI adalah bobot maksimal yang dapat dipikul oleh sebuah ban. “Ban pengganti harus memiliki LI minimal sama dengan ban standar,” lugas Zulpata.

Ambil misal ban 185/70R14 memiliki nilai LI 88. Artinya, ban pengganti harus mempunyai nila LI minimal 88. Jika lebih besar lebih baik. Seperti ban 205/55R16 yang memiliki LI 91.



Related Article