News Published 13 June 2017
 
 
Ketika pelek mobil Anda rusak, apakah masih bisa direparasi?

Jalan rusak dan berlubang merupakan musuh utama pelek mobil. Karena keduanya bisa menjadi pemicu utama kerusakan pada pelek. Luka yang ditimbulkan bisa bermacam-macam, mulai peang, grepes, gompal, sampai pecah.

Jika terjadi kerusakan, hampir semua pelek dari berbagai jenis material bisa diperbaiki, baik pelek besi, maupun alloy. Namun beberapa tempat perbaikan pelek di Jakarta menolak untuk memperbaiki pelek besi.

Kebanyakan dari tempat reparasi ini hanya melayani perbaikan pelek berbahan berbahan aluminium alloy. “Mau yang 1-piece, 2-piece, atau 3-piece bisa, yang penting alloy,” terang Eko dari Autoline, Arteri Kedoya, Jakarta Barat.

Perbaikan yang bisa dilakukan juga bermacam-macam. Paling ringan adalah mengembalikan kondisi bibir pelek yang peang. Bagian yang jendol dikembalikan ke kondisi semula dengan cara dipres atau ditempa, disertai pemanasan.

“Selama cat atau finishing-nya tidak rusak, pelek dapat kembali terlihat seperti kondisi aslinya,” sambung Eko. Kerusakan yang memiliki tingkat kesulitan perbaikan setara dengan peang adalah bibir pelek grepes akibat terkena benda tajam atau bibir trotoar.

Untuk memperbaikinya, bagian yang grepes diampelas hingga halus. Lalu dipoles menggunakan wax agar semakin mulus saat diperiksa dengan cermat atau diraba tangan.

Berbeda kalau pelek gompal atau luka yang menimpulkan coakan, treatment-nya lebih kompleks. Tak bisa menggunakan ampelas atau gerinda untuk menghilangkan luka tersebut, melainkan mesti pakai teknik “tambah daging”.

Bagian yang gompal tersebut ditambal dengan material yang sejenis dengan pelek itu. Umumnya bengkel reparasi pelek memanfaatkan bongkahan aluminium billet yang dipanaskan menggunakan api las sebagai “daging” untuk menambal bagian yang gompal.

Teknik “tambah daging” juga diberlakukan untuk memperbaiki pelek yang retak. Namun mesti diingat, keretakan yang bisa diperbaiki adalah retak di bibir dan punggung pelek. Sementara keretakan di palang atau tulang pada bagian tengah pelek tak bisa diperbaiki.

“Soalnya palang atau bagian tengah merupakan inti kekuatan pelek. Kalau bagian ini retak atau bahkan patah, pelek tak bisa digunakan lagi,” tandas Eko.
 
Sumber : http://autobild.co.id/Tips/Knowledge/mereparasi-pelek
 
Finishing reparasi pelek
Setiap pelek yang usai menjalani perbaikan mesti menjalani tahap finishing. Soalnya pada saat perbaikan kerap kali material pelapis pelek rusak.

Contohnya pelek yang gompal atau retak sehingga mesti menjalani ‘penambahan daging’. Saat ‘menambahkan daging’, mekanik menggunakan api las untuk menyatukan aluminium billet ke pelek. Akibatnya permukaan pelek berubah warna.

Pelek dengan finishing cat paling mudah mengobatinya. Bagian yang rusak tinggal disemprot menggunakan cat berwarna sama dengan aslinya. “Yang susah adalah pelek dengan finishing polished atau krom. Kilap bagian yang diperbaiki akan sulit menyamai tampilan bagian yang tak diperbaiki,” bisik Eko.