News Published 15 October 2014
 
 



Tim Bloodhound SSC telah berhasil melakukan uji coba sebuah Wheel yang akan membantu kendaraan bermesin Jet dan Roket yang mencapai kecepatan 1609km/jam di Salt Flat Afrika Selatan. Pada kecepatan tersebut Wheel itu tidak akan memanas, tetapi ukurannya berubah menjadi besar dan bergetar.

Untuk mengujinya tim Bloodhound melakukannya dengan menggunakan simulator computer terlebih dahulu karena mengingat biaya yang mahal, tetapi Wheel tersebut tidak bisa berputar dengan kencang, maka kemudian Tim Bloodhound SSC akhirnya mengajukan pada perusahaan Rolls-Royce, yang juga memproduksi mesin pesawat yang bukan dimiliki oleh BMW Marque.

Pengujian dilakukan dengan menggunakan fasilitas simulator yang ada di Rolls-Royce, dan Wheel yang diciptakan oleh tim Bloodhound SSC ini di pasang pada sebuah kendaraan fan blade yang biasa digunakan untuk pengujian. Ternyata wheel tersebut berputar hingga pada putaran 10.429rpm atau 174 revolusi perdetik, dan hal ini merupakan pencapaian kecepatan yang paling tinggi yang pernah di raih selama dalam percobaan di tempat ini dengan kecepatan 1770km/jam (1100mph).

Dan akhirnya wheel tersebut dinyatakan lulus test, untuk diketahui bahwa wheel tersebut terbuat dari bahan metal alumunium aerospace grade dengan diameter 902.6mm (35,7 inch) yang bisa mengembang sampai 1,6mm.
Yang paling diperhatikan dalam pengujian terebut yaitu masalah temperature dari wheelnya, dimana pada satu titik temperaturnya meningkat 1 derajat perdetik dan mencapai titik maksimum sampai 96 derajat selsius, pada temperature 150 derajat celcius maka alumunium akan kehilangan rigiditasnya.

Tim Bloodhound SSC dalam pengujian tersebut telah engatur seakurat mungkin dengan akselerasi dan deceleration rate dengan menggunakan simulasi computer, setelah wheel tersebut telah mendapatkan sertifikat kelayakan, maka tim Bloodhound SSC akan memperoduksi wheel tersebut dan diharapkan tahun depan sudah akan diuji dengan menggunakan mobil yang akan di lakukan pengetesanlanjutan di Hakskeen Pan di Afrika Selatan.