News Published 21 July 2014
 
 


Tips Merawat Ban: Lebih Baik Pilih Nitrogen
Ilustrasi
Senin, 19 September 2011 11:05

Otosia.com - Ban adalah salah satu bagian mobil yang sangat vital. Seberapapun canggih dan mahalnya mobil Anda, namun tak diimbangi dengan kondisi ban yang prima, maka performa kendaraan pun bakal merosot tajam.

Sebenarnya perawatan ban mobil Anda tak memerlukan biaya mahal dan usaha yang besar, jika kita rutin melakukannya. Sehingga, potensi kerusakan bisa dideteksi sejak dini, dan penanganannya pun tak memerlukan effort yang besar.

Berikut ini cara mudah merawat ban mobil Anda :

Cek Fisik Ban

Periksalah keadaan tapak ban secara rutin, terutama sebelum dan sesudah menempuh perjalanan jauh, karena kerap terjadi kerusakan-kerusakan yang terlihat jelas berupa retak atau sobek di bagian samping. Dan bila terjadi kerusakan tersebut, maka dianjurkan untuk segera mengganti ban. Karena jika terus digunakan tingkat kekuatan sudah berkurang dan sangat berbahaya bila terus digunakan.

Selain itu coba periksa apakah terjadi kerusakan pada velg seperti retak, peyang atau bahkan karat yang berlebihan serta pastikan tidak ada paku, pecahan logam dan benda asing lainnya pada ban. Dan bila ada benda yang terjepit pada alur ban, segera lepaskan.

Cek Angin Ban

Tekanan udara yang tepat bergantung pada jenis kendaraan yang Anda gunakan. Tekanan udara yang direkomendasikan untuk kendaraan pribadi berkisar antara 20 sampai 50 psi. Tekanan yang tertera pada dinding samping ban adalah tekanan maksimum yang bisa diterima oleh ban.

Ban kempes merupakan penyebab utama kerusakan ban. Keadaan ini akan membuat kendaran sulit untuk direm, dikendalikan dan dipacu. Ban yang kempes juga lebih mudah memanas dan menyebabkan kerusakan ban serius, terutama pada kedalaman kembangan ban.

Penyebab Kerusakan Pada Dinding Ban

Menurut fakta yang berkembang, kerusakan parah bisa terjadi jika ban sering mendapat semprotan air bertekanan tinggi dalam jangka waktu yang lama. Bahkan semakin fatal jika menggunakan air yang dipanaskan. Menurut sebuah kelompok keselamatan di Jerman, DEKRA, jika selang air diarahkan terlalu dekat dengan ban pada tekanan yang sangat tinggi, maka akan terjadi kerusakan serius.

Meskipun tampaknya ban luar tidak mengalami kerusakan, lubang kecil yang tak terlihat akibat tekanan air tersebut, bisa melemahkan dinding ban dan berpotensi menyebabkan ban pecah.

Faktor lain yang bisa merusak ban adalah sabun atau deterjen yang terlalu kuat, sehingga bisa mengikis bahan kimia yang melindungi ban tersebut. Ban yang telah terkikis biasanya akan meninggalkan bercak-bercak kecoklatan dan berpengaruh pada daya tahan ban.

Memilih Ban

Gunakan ban sesuai dengan ukuran, konstruksi, dan jenis yang sesuai dengan buku manual kendaraan, pilih jenis dan ukuran yang sama untuk keseluruhan rodanya, kecuali bila pembuat kendaraan menetapkan ban yang berbeda ukuran untuk masing-masing porosnya. Bila menggunakan pemakaian ban yang berbeda ukuran dan konstruksi pada satu poros, dipastikan akan membahayakan dan berpotensi terjadi kecelakaan karena perbedaan kinerja.

Pakailah pelek yang sesuai dengan ukuran dan jenis bannya, ban tubeless harus menggunakan velg tubeless.

Nitrogen Lebih Baik

Bengkel yang menyediakan jasa pengisian angin dan juga tambal ban tak sulit kita jumpai di sepanjang jalan. Namun taukah Anda bahwa udara yang dikompresi tersebut mengandung uap air, dan dalam jangka waktu lama akan mengikis bagian dalam ban. Selain itu, karena ukuran molekul oksigen yang sangat kecil, maka udara mudah bocor keluar dan menyebabkan tekanan ban menurun sampai dengan 2 psi tiap bulan.

Sementara Nitrogen mempunyai ukuran molekul yang lebih besar dari oksigen, sehingga tidak mudah bocor keluar dan tekanan angin ban bisa lebih konstan. Selain itu, sifat nitrogen yang tidak mudah panas menyebabkan ban bisa lebih awet. Karena keunggulan ini, nitrogen biasa digunakan untuk mobil Formula 1 dengan temperatur ban bisa mencapai 100 derajat celcius.

Penggunaan nitrogen bisa memperpanjang umur ban dan mengurangi konsumsi bahan bakar. Meskipun untuk menemukan tempat pengisian angin Nitrogen agak sulit. Untuk itulah harus rutin dalam memeriksa tekanan ban kendaraan Anda.